My Pet Shop Mojokerto

Toko Hewan Mojokerto. Kami melayani penjualan makanan hewan berbagai merk yang sesuai untuk hewan kesayangan anda. Kami juga melayani Grooming, pemberian vaksin, dan pemeriksaan kesehatan untuk hewan kesayangan anda.Kunjungi Galeri kami di Jalan Wijaya Kusuma 3c Mojokerto. (Dekat SMP 1 Sooko dan Perum Puskopad Banjaragung). Buka Jam 08.00 - 19.00 WIB. Telp. 081328793090. We Serve The Best ! Kunjungi website kami di : http://www.mypetshop.web.id

Cacing Pita Pada Kucing


Cacing Pita pada Kucing

Kucing yang terkena serangan cacing pita biasanya jarang sekali menunjukkan gejala sakit. Cacing dapat saja menyebabkan mencret, kadang-kadang disertai bercak darah. Pada kasus yang parah dapat menyebabkan kurang gizi, kurus, infeksi usus, dan gangguan pencernaan seperti usus tersumbat. Sekitar 1-60 % dari seluruh populasi kucing terserang cacing ini. Oleh karena itu pencegahan dengan pemberian obat cacing rutin adalah cara terbaik menghindari serangan cacing.

Anak kucing yang baru lahir dapat tertular cacing dari induknya. Anak kucing yang tertular biasanya mengalami diare (mencret) berkepanjangan. Akibatnya pertumbuhan menjadi terganggu sehingga anak kucing bisa mati karena dehidrasi dan kekurangan gizi.

Ada beberapa spesies cacing pita yang sering terdapat di pencernaan kucing, yaitu : Dipylidium caninum, Taenia taeniaeformis dan Echinococcus multilocularis. Sesuai namanya, cacing pita berbentuk pipih seperti pita dengan warna putih atau krem. Cacing pita di pencernaan kucing dapat mencapai panjang 70 cm.

Cacing pita mempunyai kepala (scolex) dengan beberapa mulut penghisap yang berfungsi menghisap darah dan zat-zat makanan yang terdapat di usus kucing. Di kepala cacing pita terdapat rostellum, berbentuk seperti kikir bergerigi yang berfungsi sebagai jangkar. Rostellum ini menancap di dinding usus kucing dan menyebabkan luka pada usus kucing.

sumber : http://www.kucingkita.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Post